3 Efek Buruk dan Hukum Judi Online Menurut Islam Yang Perlu Anda Ketahui

202.95.10.87 – Dengan sangat tegas agama Islam melarang segala bentuk perjudian. Baik itu judi yang dimainkan melalui kartu remi, taruhan olahraga bola dan lainnya, billyard atau jenis judi online. Karena hukum judi yang offline maupun hukum judi online menurut islam adalah sama yaitu diharamkan. Jika dilakukan maka akan mendapat dosa.

Banyak efek yang mudhorat atau efek yang merugikan jika seseorang terlibat dalam perjudian. Sampai-sampai agama islam begitu tegas melarangnya karena penyakit masyarakat yang satu ini dapat menghancurkan hidup pelakunya. Bahkan ia akan dijauhi oleh masyarakat dan keluarganya. Dikarenakan judi begitu berdampak negatif bagi pelakunya maka islampun melarang keras perjudian offline atau  online.

Berikut kita akan bahas lebih kurang akan dampak buruk yang dialami bagi mereka yang melakukan perjudian dimana menjadi penyebab kenapa agama Islam begitu mengharamkan perjudian baik offline maupun online.  :

Menghabiskan harta benda dan terjerumus dalam hutang

Hampir tak pernah terjadi seseorang yang menjadi kaya karena judi. Jika memang ia menang dalam satu waktu permainan judi online, namun biasanya ia telah terlebih dahulu beberapa kali kalah dan telah mengalami kerugian lebih besar dari keuntungan judi yang ia dapatkan.

Kenapa seseorang terlihat bahagia dan sangat puas saat ia menang judi online 202.95.10.87 meski telah gagal atau kalah lebih besar dari yang ia menangkan? Hal ini dikarenakan kekecewaan karena telah beberapa kali kalah, dan juga gengsi yang dipertaruhkan, uang yang telah banyak hilang karena kalah, yang semua rasa ini menjadi satu kekecewaan dan amarah.

Bisa saja sumber uang bermain judi adalah hasil menjual segala rupa harta benda. Jika sudah tak ada maka berhutang akan menjadi pilihan karena rasa penasaran akan menang. Maka saat sekalinya ia menang, terobatilah rasa kecewa yang sebelumnya. Dengan bangga ia akan memamerkan kemenangannya. Sehingga terlihat jika dengan bermain judi ia dapat memenuhi segala kebutuhannya.

Merusak pikiran

Tentu saja konsentrasi orang yang gemar bermain judi online hanya fokus pada moment kapan ia dapat kembali berjudi. Sementara kewajibannya sebagai pekerja, pelajar atau mahasiswa dan lainnya harus ia jalankan. Yang ada dibenaknya hanya bayangan untuk kembali ke arena judi online dan tergiur akan taruhan dan kemenangan yang diharapkan.

Ia hanya fokus pada bentuk taruhan apalagi yang bisa ia gunakan dan strategi baru agar memenangkan permainan judi selanjutnya. Sudah pasti tidak akan terlintas sama sekali dalam benak seorang pemain judi bagaimana meningkatkan karier dan kualitas dalam bekerja, meningkatkan prestasi dan nilai di sekolah serta lainnya.

Dalam bermasyarakatpun maupun dikantor, mereka tak bisa dipercaya untuk memegang amanah sebuah jabatan. Dan tak memiliki orientasi untuk memajukan lingkungan atau tempat ia bekerja. Selalu dimana ada kesempatan maka ia akan menghabiskan waktu dan uang untuk kembali berjudi. Karena rasa penasarannya untuk menang serta imbalan kemenangan yang menggiurkan tanpa harus bekerja keras.

Lupa waktu dan lalai

Banyak terjadi mereka yang sering bermain judi online akan lupa waktu jika sedang di arena judi online. Layaknya bermain game, dimana semakin memasuki babak baru maka game akan semakin asik dan rasa penasaran yang tinggi selalu muncul perihal nasib nya diakhir permainan. Segala trik dilakukan dan dengan kesabaran menunggu dengan harapan menang.

Bahkan banyak judi online yang memang pesertanya harus menyelesaikan satu babak hingga tuntas atau ia akan kehilangan seluruh permainannya. Saat berjudi baik online maupun offline, seringkali pemain judi lupa dalam beribadah. Pastinya karena hati yang sudah dikuasai oleh setan sehingga tertutupi untuk mendekatkan diri pada Allah Azza wa Jalla dalam setiap jenis ibadah.

Hati akan menjadi keras sehingga mudah marah, tidak pernah bersyukur, serta sikapnya akan menjadi kasar pada sesama dan orang terdekat seperti keluarganya. Disinilah banyak rumah tangga yang hancur karena efek berjudi. Mereka yang sudah kecanduan berjudi tidak lagi memiliki rasa peka terhadap lingkungan dan orang sekitarnya.

Mereka yang berjudi merasa judi adalah jalan pintas dan mudah untuk mendapatkan uang tanpa harus bekerja, tidak memerlukan modal besar, untung yang didapat seketika dan tanpa cape. Hal yang dianggap menggiurkan namun tanpa diingat bahwa hal tersebut belum tentu ia dapatkan bahkan hanya iming-iming saja, karena kerugian yang jauh lebih besar yang akan menimpanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *