Berbagai Hal Mengenai Larang Bermain Judi Dalam Agama Buddha

http://202.95.10.10/ – Permainan judi sampai saat ini tidak pernah mendapatkan jumlah pemain yang sedikit. Permainan ini kerap memberikan keuntungan kepada para pemainnya. Keuntungan tersebut bukan hanya berasal pada hasil taruhan yang banyak. Selain itu, para pemain juga bisa mendapatkan promosi dan bonus menggiurkan.

Permainan yang melibatkan beberapa orang ini, selalu memberikan inovasi ragam jenis permainan bervariasi. Hal ini tentu memberikan dampak meningkatnya jumlah pemain. Bahkan, para pemain tidak berkurang sedikit pun. Namun, permainan ini memiliki peraturannya sendiri. Di mana, di Indonesia juga memiliki peraturan mengenai permainan ini. Jika ditarik garis besar, permainan judi menimbulkan banyak kerugian. Tidak heran, jika permainan ini dilarang.

Selain memang berasal dari peraturan negara, larangan bermain judi juga ada dalam semua agama. Ada alasan-alasan yang membuat permainan tersebut dilarang. Salah satu agama yang melarang permainan ini adalah Buddha. Dalam agama buddha, ada sekitar 6 poin yang merupakan dampak dari permainan ini.

Larangan Bermain Judi dalam Agama Buddha

Keenam poin yang dimaksud tersebut berasal dari sigalovada sutta. Adapun 6 poin yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Akan dibenci ketika memenangkan permainan

Dampak dari permainan judi sendiri tentu akan dibenci oleh orang-orang terdekat. Biasanya, kemenangan yang didapat hanya bergantung pada keberuntungan dan sifatnya sementara. Hasil dari taruhan tersebut bisa membuat orang-orang sekitar bertanya dan menaruh rasa curiga. Rasa curiga tersebut bisa menimbulkan kebencian.

Akan menyesal ketika mengalami kekalahan

Larangan bermain judi dalam agama Buddha dikarenakan memiliki dampak cukup mengerikan. Salah satu dampaknya adalah bisa mengalami penyesalan ketika kalah. Hal tersebut terjadi karena memang para pemain akan melakukan apapun untuk memenangkan permainan. Seperti melakukan taruhan yang besar, mendatangi orang pintar, melakukan pinjaman untuk taruhan dan lain sebagainya.

Tentunya, segala hal tersebut akan mengalami penyesalan ketika memang para pemain mengalami kekalahan. Harta benda habis dijual, pinjaman semakin menumpuk dan lain sebagainya. Tidak heran, jika para pemain akan mendapatkan penyesalan.

Memboroskan kekayaan

Dalam agama Buddha, larangan bermain judi http://202.95.10.10/ dikarenakan bisa menyebabkan atau berdampak pada memboroskan kekayaan. Hal ini sudah disinggung di atas, di mana, seseorang yang ingin mendapatkan kemenangan, akan cenderung melakukan pemasangan taruhan besar. Namun sayangnya, mereka tidak paham terhadap permainan tersebut. Mereka tentu akan memboroskan kekayaan dan bisa berakhir bangkrut.

Perkataannya tidak akan dipercaya oleh orang-orang

Ketika terjerumus ke dalam permainan judi dan sudah mendapatkan penyesalan. Seorang pemain tentu tidak akan dipercaya lagi oleh saudara, keluarga atau temen. Terlebih ketika memang sudah melakukan pinjaman kepada orang-orang tersebut. Setelah mereka tau bahwa uang yang dipinjam dimainkan untuk judi, seluruh perkataan seorang pemain tidak akan dipercaya lagi.

Diremehkan oleh teman-teman

Larangan bermain judi dibuat agar orang-orang tidak mengalami dampak buruk dari permainan ini. Salah satu dampak buruk yang bisa didapatkan adalah diremehkan oleh orang-orang. Selain mereka tidak akan mempercayai perkataan pemain, mereka juga akan meremehkan segala hal yang berhubungan dengan pemain.

Tidak pantas dijadikan sebagai calon suami

Dalam agama Buddha, para pemain tidak boleh dijadikan sebagai calon suami. Hal ini dikarenakan para pemain judi tidak akan mampu menghidupi istrinya. Harta benda yang dimiliki justru akan dipakai untuk bermain judi lagi dan lagi. Parahnya, beberapa diantara pemain juga tidak memperhatikan kesehatannya. Kalau begitu sudah terbayang bukan, bagaimana jika seorang penjudi dijadikan sebagai seorang suami?

Selain 6 poin yang terdapat dalam sigalovada sutta, ternyata ada sekitar 4 poin lain. $ poin tersebut bisa dijadikan sebagai dasar kenapa dibuat larangan bermain judi. Berikut 4 poin yang dimaksud:

Menjual harta benda

Permainan judi bisa dikatakan sebagai permainan adiktif. Di mana, para pemain akan mudah menjadi pecandu dan sulit untuk bisa keluar dari permainan terssebut. Untuk bisa terus bermain, para pemain selalu menjual harta bendanya. Sehingga, bisa menyebabkan kebangkrutan.

Hutang dimana-mana

Ketika harta dan benda yang dimiliki sudah habis, para pemain cenderung melakukan pinjaman terhadap orang-orang. Bukannya membayar, para pemain malah melakukan pinjaman lain. Hal ini bisa dijadikan sebagai dasar larangan bermain judi. Sehingga memang akan sangat merugikan para pemain yang sudah kecanduan.

Menjadi objek pergunjingan tetangga

Biasanya, setiap orang yang ketahuan bermain judi akan mendapatkan sanksi sosial. Sanksi sosial yang biasanya diberikan adalah dijadikan sebagai objek pergunjingan. Kadang, segala gerak gerik pun akan diperhatikan oleh tetangga. Menyeramkannya, ketika pemain sudah tidak bermain lagi, tapi masih dipandang sebelah mata oleh para tetangga. Tentu, akan berakhir pada pergunjigan lagi dan lagi. Hidup akan tidak tenang, jika terus menerus dipergunjingkan.

Anak dan istri terlantar

Jangankan ingat keadaan anak dan istri, orang yang sudah kecanduan bermain judi justru lupa terhadap kesehatannya sendiri. Main tidak kenal siang atau malam, makan tidak teratur, bahkan istirahat pun tidak teratur. Hal ini bisa menjadi larangan bermain judi dalam agama Buddha. Di mana, memang terdapat banyak sekali dampak buruk yang ditimbulkan dari permainan tersebut.

Nah, itulah berbagai poin yang menjadi dasar larangan bermain judi berdasarkan agama Buddha. Memang benar, permainan ini banyak sekali memberikan kerugian dibandingkan keuntungan. Para pemain justru lebih banyak mendapatkan kerugian. Kerugian tersebut tidak berupa harta, tapi juga dimusuhi saudara dan dipergunjingkan oleh tetangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *